Wail Misri: Hamas Berhasil Dengan Kuat

Font size: Decrease font Enlarge font

Tidak berlebihan jika kita katakan bahwa deal perjanjian pertukaran tawanan antara Hamas dan israel sebagai fase baru dalam konflik. Para pengamat pun sepakat bahwa deal ini merupakan kemenangan Hamas dan Batalion Al-Qassam setelah beberapa tahun terlibat konflik pehit dengan israel dalam level politik, militer dan keamanan.

Zinois israel tentu selama ini berusaha membebaskan serdadunya secara gratis. Operasi militernya ke Jalur Gaza hingga blokade yang diterapkan hingga sejumlah aktivitas keamanan yang dilakukan para intelnya di lapangan adalah salah satu proses panjang yang dilalui israel. Namun toh harus berakhir dengan pembebasan satu Shalit dan Hamas hanya membayar harga kecil dengan dibebaskannya 1027 tawanan Palestina.

Sejumlah nama tawanan yang tidak turut dibebaskan dalam deal ini semisal Abdullah Bargoti, Abbas Sayyid dan Ibrahim Hamid namun mereka sadar bahwa deal pertukaran Shalit bukan pertama dan terakhir. Kami optimis karena kami yakin di Brigade Al-Qassam yang berperang melawan israel berhasil dalam perang “mempertahankan penyanderaan” Shalit.

Gilad Shalit bukan hanya nama seorang serdadu israel yang disandera di Jalur Gaza. namanya menjadi sebuah simbol peperangan antara Hamas dan Al-Qassam di satu sisi dan negara penjajah israel di sisi lain. Perang dalam hal media, keamanan, psikologi, militer, dan israel gagal di seluruh jenis peperangan tersebut.Ya Hamas berhasil dengan kuat. Meskipun keberhasil ini belum melengkapi kegembiraan kami sebab elit bangsa Palestina masih berada di balik jeruji besi dan bahkan penjara israel belum putih secara sempurna. Dan israel pun gagal dengan sangat gagal. Karena israel akhirnya harus mengikuti syarat Hamas, dimana gerakan ini minta agar israel membebaskan tawanan Palestina yang berasal dari Palestina dalam (wilayah 48) dan Al-Quds, setelah semuanya itu “diharamkan” oleh israel dalam proses pertukaran tawanan sepanjang sejarah perlawanan Palestina.

Zionis israel juga gagal menghadapi Hamas karena tidak bisa mengendus keberadaan serdadunya di Jalur Gaza yang seluas 360 km2. Zionis israel gagal menghadapi Hamas, karena agresi militer yang berkali-kali digelar dari agresi “pedang Gilad”, agresi “hujan musim panas” hingga agresi “cast lade”. Tak satupun agresi yang berhasil mengendus keberaan Shalit. Zionis israel gagal ketika harus tunduk kepada Hamas yang berhasil membunuh lebih dari 1300 warga penjajah israel di beberapa tahun berbeda.

Meski kegembiraan kita masih kurang, namun kita yakin Brigade Al-Qassam yang tidak pernah membiarkan kita tidak akan mundur dalam sikapnya memperjuangkan tawanan Palestina. Sebab selama ini Brigade Al-Qassam memberikan konsistensi antara ucapan dan perbuatan.

Mungkinkah kita melihat ulang pengalaman pembebasan Samit Qinthar, ketika israel menolak membebaskannya dalam perjanjian pertukaran tawanan dengan Hizbullah tahun 2004, namun israel kemudian terpaksa membayarnya dengan darah dan potongan tubuh pasukannya sehingga akhirnya israel harus membebaskannya dalam pertukaran jenis lainnya dengan Hizbullah tahun 2008? Ini kemungkinan yang terjadi dan bisa saja terjadi dengan Al-Qassam.

(infopalestina)

 
  • Free Domain Name Registrations and Free DNS Service


  • BERBAGI DENGAN TEMAN:

 
Leave a Reply

Fatal error: Call to undefined function wp_related_posts() in /mnt/vdb1/elhooda/public_html/elhooda.com/wp-content/themes/elhooda/single.php on line 39